Aku sebenarnya tak terlalu menyukai angka ganjil. Awalnya kenapa aku juga tak terlalu yakin, mungkin karena kebanyakan mitos mengisi otakku tentang angka keramat itu. Nah..haha
Abaikan saja mitos kacangan satu itu. Satu hal yang pasti, aku menyukai barisan tiga bermuda yang satu ini. Mungkin cerita kami tak sama tapi yakinlah kami punya niat yang sama. Sama-sama menjadi akar kuat, menjadikan batang yang siap berperang dengan segala jenis angin. Jua siap melahirkan tunas dari akar kuat itu.
Aku tak berharap apa-apa selain bertumbuh dan terus belajar dari kedua pejuang terdahulu. Bagiku banyak alasan untuk kabur dari masalah tapi milyaran alasan juga aku memilih untuk tetap melanjutkan perjuangan ini. Gelasku belum penuh, masih perlu kuisi.
Memang cuaca tak dapat kutebak kapan datangnya. Kesiapanku diuji tanpa undangan dari simasalah. Aku siap.
Oh iya yang si cowok berambut cepak dengan gaya yang aneh itu namanya Lazuardi Pratama. Dia yang membiarkanku masuk dalam kolam miliknya saat itu. Sekali-sekali aku berenang sesukaku. Di tengah diriku siikan yang manis dengan sirip yang tebal dan mata yang sayu haha..Di sebelahku ada Yulien Lovenni Ester Gultom, lebih berkesan bagiku dia sebagai kakak asuh yang tegas dan pribadi yang keren, sekaligus panutan daripada pemimpin. Bukan berararti dia tidak baik dalam memimpin.
Terima kasih teruntuk kalian yang membiarkanku masuk menjadi bagian dari perwujudan proses yang telah kalian jalani.
Komentar
Posting Komentar